Beranda > Uncategorized > DATABASE TERBAIK UNTUK PRAKTISI WEB

DATABASE TERBAIK UNTUK PRAKTISI WEB

DATABASE TERBAIK UNTUK PRAKTISI WEB

Kontribusi Dari Web Master

Saturday, 12 June 2004

Pemutakhiran Terakhir Sunday, 22 July 2007

Pengkutuban filosofi pendidikan ke konstruktivisme membawa angin segar bagi perkembangan dunia pendidikan itu

sendiri. Hal ini tercermin dari metode/model/pendekatan/teknik pembelajaran yang terus berkembang berlandaskan pada

filsafat konstruktivisme, hal ini tercermin dari adanya kurikulum berbasis kompetensi mulai TK sampai PT. Kemandirian

dan kemampuan membangun pengetahuan dari diri siswa, merupakan inti dari perkembangan ini. Inilah yang

menyebabkan pendidikan lebih egaliter, dan demokratis. Dengan demikian pendidikan lebih mudah untuk

mengembangkan dirinya, karena hampir dapat dipastikan tidak ada lagi penguasa informasi dalam perkembangan iptek

saat ini.

Perkembangan teknologi informasi yang demikian cepat, membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Karena IT

dan internet merupakan anak sesusuan pendidikan. Bukankah sejarah menunjukkan bahwa IT dan internet berkembang

dari bidang pendidikan (lihat NSFNET di Amerika dan CNRG di ITB). Egalitariannya dunia pendidikan makin menjadi-jadi

dengan adanya Internet yang memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat

atau di belahan dunia lain. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus

(biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS ), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet ) atau melalui web

browser (Netscape dan Internet Explorer). Mengakses sumber informasi dengan cepat dan mudah, sekaligus membenchmark

pengetahuannya dengan sumber pendidikan di luar negeri. Tidak terdapat batas yang berarti bagi pencarian

informasi, tidak terdapat sikap feodal dalam penguasaan informasi. Dengan demikian banyak hal yang berubah akibat

dari efek nurturan adanya teknologi informasi, baik sikap guru terhadap subjek didik, meteode/model/teknik/pendekatan

pembelajaran, manajemen pendidikan, pengelolaan bahan ajar, kemandirian subjek didik, percepatan peningkatan

bidang penelitian dan pengembangan pendidikan (melalui mekanisme file sharing dan information sharring yang

mencegah terjadi penelitian yang berulang atau reinvent the wheel), dan yang lebih penting adalah hilangnya batas yang

disebabkan oleh jarak dan batas geografis (melalui Distance learning dan virtual university).

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: